Bola Dunia
Disebut sebagai kompetisi klub terbaik Eropa, Liga Champions juga jadi hak klub semenjana. Anorthosis Famagusta yang hidupnya terjajah pun mengukir sejarah dengan lolos ke babak utama.
Dini hari tadi Anorthosis mencatat sejarah setelah untuk kali pertama lolos ke Liga Champions. Sejarah yang akan dirayakan oleh seluruh bangsa Siprus karena mereka merupakan klub pertama dari negara berpenduduk 788.457 (sensus 2007) orang itu yang lolos ke putaran utama Liga Champions.
Keberhasilan Anorthosis lolos ke fase grup pun didapat dengan cara yang fantastis. Harus berjuang sejak kualifikasi pertama, klub yang berdiri tahun 1911 itu meraih tiket ke babak utama Liga Champions setelah di kualifikasi ketiga menundukkan juara Yunani, Panathinaikos, dengan agregat 3-1.
"Kami puas. Ini hasil yang ajaib. Kami tahu ini akan sulit karena Olympiakos adalah tim hebat, mereka sudah berada di Liga Champions dalam 11 tahun terakhir. Tapi kami mampu bertahan dan layak untuk terus melaku," ungkap pekatih Temuri Ketsbaia di Reuters.
Setelah meraih kemenangan 3-0 di leg pertama, jalan Anorthosis di laga tandang masih jauh dari mudah. Juara 13 kali Liga Siprus itu mendapat tekanan hebat dari fans Panathinaikos saat menyambangi Yunani untuk menjalani laga kedua.
Saat tiba di banda udara, mereka sudah dicegat ratusan pendukung garis keras Olympiakos yang melontarkan kata-kata makian, ancaman serta meludahi rombongan Anorthosis. Sementara saat dalam perjalanan ke hotel, sang pelatih sempat terlibat konfrontasi dengan sekitar 25 pengendara motor yang mengganggu perjalanan.
Serangan tak berhenti sampai di situ karena Presiden Anorthosis, Andreas Pantelis, mengalami cedera akibat jadi korban penyerangan. Akibat banyaknya ancaman, pemain-pemain Anorthosis juga tak bisa melakukan latihan di dalam stadion, sementara malam sebelum laga mereka sempat tertahan di ruang ganti Karaiskokis Stadium lagi-lagi karena alasan keamanan.
Penderitaan Anorthosis sesungguhnya sudah terjadi sejak beberapa dekade lalu. Karena invasi Turki ke Siprus tahun 1974, sekitar 200.000 orang terpaksa meninggalkan tanah kelahirannya dan mengungsi. Itu pun berlaku pada Anorthosis FC yang harus meninggalkan kandangnya Gymnastic Club Evagoras.
Dalam pengungsiannya di Kota Larnaca, Anorthosis sempat tak memiliki markas dan terpaksa menjalani pertandingan dengan nomaden. Baru di tahun 1986 berdiri Antonis Papadopoulos Stadium yang menjadi rumah tetap mereka.
Uniknya hingga saat ini Anorthosis tetap yakin kalau Antonis Papadopoulos Stadium hanya kandang sementara, masih tersimpan keyakinan kalau suatu saat nanti mereka akan bisa kembali ke Gymnastic Club Evagoras. Keyakinan yang entah kapan terealisasi, meski saat ini sebuah mimpi untuk berlaga di Liga Champions sudah menjadi kenyataan.
Anorthosis bukan satu-satunya wajah baru di Liga Champions musim 2008/2009. CFR Cluj dari Romania, Aalborg BK (Denmark) dan BATE (Belarusia) juga akan mencoba peruntungan setelah mencatat sejara dengan lolos ke putaran utama Liga Champions.

0 comments:
Post a Comment