Jelang Liga Inggris

Arsenal
punya sederet nama-nama pemain muda penuh talenta. Setelah musim lalu nihil piala, sejauh mana para pemuda berbakat itu kini bisa melaju?

Skuad tim "Gudang Peluru" untuk musim 2008/09 didominasi pemain muda. Hanya ada segelintir pemain senior berpengalaman seperti Manuel Almunia, Kolo Toure, Thomas Rosicky dan William Gallas, yang kesemuanya berusia di atas 25 tahun.

Materi belia memang bisa jadi amunisi Arsenal dalam meraih sukses. Enerji, vitalitas, semangat meluap. Semuanya niscaya dimiliki darah-darah muda tersebut. Tapi kalau tanpa sokongan pemain berpengalaman, bagaimana?

Soal bakat, skuad Arsenal jelas punya. Tapi entah apa modal itu cukup untuk bisa juara Liga Primer. Begitulah kira-kira yang sempat dicetuskan mantan manajer Chelsea Jose Mourinho.

Musim lalu dengan materi nyaris mirip --plus beberapa pemain senior yang kini sudah hengkang seperti Jens Lehmann dan Gilberto-- Arsenal bahkan tak mampu meraih satu piala pun. Lalu kini? Mencoba optimistis, Arsene Wenger meyakini kalau pelajaran tentang kegagalan itu telah melecut timnya.

"Saya yakin rasa frustrasi yang mendera kami karena tak bisa menang di musim lalu akan berdampak bagus. Itu akan memperkuat kami untuk bisa melakukannya musim ini. Kami sudah mempertahankan kerangka dasar tim musim ini," ujar Wenger seperti dikutip Reuters.

Kehilangan beberapa pemain, imbuh Wenger, juga tak bikin kekuatan Arsenal berkurang.

"Oke, kami kehilangan Gilberto yang sangat berpengalaman dan penting di ruang ganti. Kami juga kehilangan Mathieu Flamini dan Alex Hleb. Tapi kami membawa (Samir) Nasri dan pemain muda kami kini sudah lebih matang satu tahun dan banyak belajar," tegas Wenger.

Arsenal musim 2008/09 jelas tak ragu menumpukan kekuatan pada pemain mudanya. Keraguan akan usia boleh dicuatkan para pengamat atau siapapun juga, tapi yang jelas "darah muda" sama sekali tak boleh dipandang sebelah mata.

Simak pelajaran yang dipetik pengamat dan komentator Alan Hansen karena meremehkan kekuatan pemain muda Manchester United di musim 1995/96. "Anda takkan pernah bisa memenangi apapun dengan bocah," seru dia ketika itu, mengomentari kekalahan 1-3 yang diderita MU atas Aston Villa pada laga pembuka.

Akan tetapi di akhir musim "bocah-bocah Setan Merah" justru jadi juara ganda, Liga Primer dan Piala FA. Dengan pemain muda penuh talenta yang dimiliki Arsenal, peluang meraih kesuksesan serupa tentu tidak tertutup.

Jadi, jangan pernah coret "Young Gunners" Arsenal dari persaingan tahta juara musim ini. Bisa-bisa malah kecele seperti Hansen.

0 comments: