Jelang Kualifikasi Liga Champions
Enschede - Steve McClaren langsung menghadapi tugas berat sebagai pelatih baru Twente Enschede. Menghadapi Arsenal di kualifikasi Liga Champions, McClaren mengaku hanya ingin belajar.
Akhir Juni lalu, McClaren ditunjuk sebagai pelatih baru Twente menggantikan posisi Fred Rutten. Sebelumnya, Rutten sukses mengantar Twente meraih tiket Liga Champions dengan mangalahkan Ajax Amsterdam di babak play-off.
McClaren menyadari bahwa klubnya bukanlah apa-apa dibanding Arsenal. Bila The Gunners pernah menjadi runner-up, maka Twente baru kali ini menjejakkan kakinya di ajang paling prestisius se-Eropa tersebut.
Ketimbang menawarkan janji surga dengan mengatakan Twente akan lolos ke fase grup, McClaren memilih merendah. Secara realistis ia menilai sulit bagi Blaise N'Kufo dkk untuk mengatasi Arsenal. Ia pun mengaku laga melawan klub tanah airnya itu akan jadi pembelajaran buat Twente.
"Bermain melawan Arsenal akan jadi pengalaman besar untuk para pemain. Bila mereka tidak menjadi pemain yang lebih baik dengan menghadapi Arsenal, mereka tidak seharusnya ada di sini," ujar McClaren seperti dikutip AFP.
"Itulah cara Anda belajar. Itulah cara Anda tumbuh dan bermain melawan salah satu tim terbaik di Eropa. Jelas, para pemain akan berkembang dari situ," lanjut eks arsitek timnas Inggris itu.
Twente akan menjadi tuan rumah leg pertama pada hari Rabu (13/8/2008). Sementara Arsenal berganti jadi host di leg kedua, 27 Agustus mendatang. Kembali ke tanah Inggris, negara yang publik sepakbolanya pernah sangat kecewa dengan prestasi McClaren, tidak membuat McClaren gentar.
"Saya tidak tahu dan tidak peduli (pendapat orang)," katanya. "Saya tahu siapa saya dan orang-orang yang terpenting bagi saya saat ini adalah yang bekerja bersama saya."

0 comments:
Post a Comment